Sabtu, 08 Desember 2012

TUA TAPI GAYA

Bersepeda kini  menjadi  gaya hidup. Komunitas pecinta sepeda  mulaI menjamur salah satunya komunitas sepeda tua Buleleng Onthel Club (BOC).Komunitas ini memiliki anggota yang berjumlah 15 orang, yang beralamat di jalan Wr.Supratman no 210 Singaraja.Komunitas BOC ini memiliki  visi dan misi  yaitu ikut memelihara dan melestarikan warisan cagar budaya, khusunya dengan alat transportasi yang ramah lingkungan. Dengan menggunakan alat transportasi sepeda onthel yang ramah lingkungan, BOC  ikut menyukseskan pemerintah dalam rangka mengurangi polusi udara.  Kini banyak orang yang mengendarai sepeda tua. Tampak sepeda – sepeda  onthel yang diproduksi zaman dulu kini mulai muncul lagi. Gara – gara meningkatnya jumlah pecinta sepeda  onthel, harga sepeda ini pun jadi selangit. Lihat saja sepeda onthel milik salah satu bapak yang bernama jro mangku Made Sudantha yang salah satu anggota BOC. Ia mengaku sepeda onthel berkisar hingga Rp. 2 juta hingga 5 juta dan itupun tergantung merek sepeda onthel tersebut. Jro Mangku Made Sudantha memburu sepeda onthelnya sampai ke pelosok desa. Terkadang sepeda onthel yang didapatnya  dalam kondisi tidak utuh atau hanya beberapa bagian sepeda saja yang didapatnya dan bagian lainnya dari sepeda sudah hilang. Namun, hal itu tidak menyurutkan keinginannnya mengoleksi dan melestarikan sepeda tua. Beberapa bagian yang didapatkan dengan cara membelinya itu, dirakit secara perlahan dengan penuh kesabaran. Dengan modal ketekunan, akhirnya sepeda tersebut menjadi satu bagian yang utuh kembali yang siap dikayuh keliling kota.
Seperti Jro Mangku Made Sudantha, beberapa koleksi sepeda onthel miliknya sudah sudah siap dikayuh berkeliling kota tua  singaraja. Terkadang di Hari Minggu komunitas BOC berkumpul untuk berkeliling Singaraja yang rutenya dari Pelabuhan Buleleng berkeliling  sampai ke Banyuning, Jalan Gajah Mada, Jalan Veteran, Jalan Pahlawan, Desa Bhaktiseraga sampai ke pantai Penimbangan lalu finish kembali ke Pelabuhan Buleleng. Salah satu anggota dari BOC yaitu Ketut Dibia berusia 76 tahun mengatakan bahwa bersepeda dapat menyehatkan badan dan menambah teman. Kounitas ini sempat mendapat penghargaan dari Universita Pendidikan Ganesha serta Pemerintah Daerah Kabupaten Buleleng dan kapolres Buleleng dalam acara hari ulang tahun.
Jro Mangku Made Sudantha menceritakan Sejarah sepeda lawas bermula di Eropa seitar tahun 1970, sebuah sepeda pertama yang berhasil dibuat di Inggris. Cikal bakal sepeda ini diberi nama Hobby Horses dan Celerifes. Keduanya belum punya mekanisme sepeda zama sekarang, batang kemudi dan system pedal. Yang ada hanya dua roda pada sebuah rangka kayu. Bisa dibayangkan, betapa canggung dan besar tampilan kedua sepeda tadi. Meski begitu, mereka cukup menolong orang –orang pada masa itu berjalan kaki.

Jro Mangku Made Sudantha salah satu anggota BOC yang ulet merakit sepeda onthel

1 komentar: